
KOTA BANDUNG – Peluang ekspor komoditas teh, kopi, dan kakao Jawa Barat ke pasar Amerika Serikat kian terbuka lebar. Untuk memanfaatkan momentum tersebut, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Barat (Jabar) menggelar Webinar Road to WIITEX 2026 bertema “Produk Teh, Kopi, dan Kakao di Amerika bersama ITPC Chicago” pada Selasa (28/4/2026) secara daring.
Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 133 peserta yang terdiri dari pelaku usaha teh, kopi, dan kakao Jabar, serta pemangku kepentingan terkait, sebagai upaya meningkatkan kesiapan pelaku usaha dalam menembus pasar ekspor, khususnya Amerika Serikat.
Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Luar Negeri Disperindag Jabar, Mochamad Lukmanul Hakim, dalam sambutannya menegaskan posisi strategis Jabar dalam peta ekspor nasional.
“Jabar selalu memberikan share ekspor tertinggi secara nasional, sekitar 14,46 persen, dan saat ini Amerika Serikat menjadi tujuan ekspor terbesar dengan nilai mencapai 1,04 miliar USD,” ujarnya.
Ia juga menyoroti potensi besar komoditas perkebunan unggulan Jabar yang didukung oleh luas lahan produksi. Namun demikian, Lukman mengingatkan adanya tantangan yang perlu diantisipasi oleh pelaku usaha.
“Tantangan utama meliputi konsistensi kualitas dan pasokan, standar dan regulasi negara tujuan, serta masih terbatasnya nilai tambah produk, termasuk logistik, akses pasar, dan branding,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Chicago, Dhonny Yudho Kusuma, memaparkan potensi dan karakteristik pasar Amerika Serikat yang dinilai sangat prospektif.
“Konsumen di Amerika Serikat sangat menyukai kopi, dan kebutuhan kopi diperkirakan meningkat hingga 4,45 persen dalam lima tahun ke depan,” ungkapnya.
Menurut Dhonny, produk Indonesia memiliki peluang besar untuk bersaing, khususnya pada segmen specialty. “Produk Indonesia dapat bersaing melalui segmen specialty dengan menonjolkan keunikan rasa, aroma, serta cerita di balik produk,” tambahnya. Ia juga menekankan bahwa tren pasar Amerika saat ini mengarah pada produk yang praktis, sehat, berkelanjutan, dan memiliki nilai tambah.
Lebih lanjut, Dhonny mengingatkan pentingnya pemenuhan standar dan sertifikasi sebagai kunci utama penetrasi pasar, seperti Food and Drug Administration (FDA), Food Safety Modernization Act (FSMA), Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP), Phytosanitary Certificate hingga sertifikasi keberlanjutan yang semakin menjadi perhatian buyer di Amerika Serikat.
Melalui kegiatan ini, pelaku usaha teh, kopi, dan kakao asal Jabar memperoleh wawasan strategis terkait peluang pasar, preferensi konsumen, serta langkah konkret dalam mempersiapkan ekspor ke Amerika Serikat. Interaksi langsung dengan ITPC Chicago juga menjadi nilai tambah dalam membuka akses jejaring dan informasi pasar global. Webinar ini sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan perwakilan dagang di luar negeri dalam mendorong ekspor komoditas unggulan.
Penulis: Septian Yudho Rinaldi

