
KOTA BANDUNG – Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Iduladha 1447 H, Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat (Jabar) terus memperkuat langkah pengendalian inflasi dan menjaga keterjangkauan harga bahan pokok bagi masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah penyelenggaraan Pasar Murah 2026 di enam lokasi berbeda di Jabar.
Pasar Murah 2026 dijadwalkan berlangsung secara bertahap di enam titik wilayah Jawa Barat, mulai dari Kabupaten Karawang, Kabupaten Sukabumi, Kota Bogor, Kabupaten Bandung, Kota Cirebon hingga Kota Tasikmalaya pada 20 s.d. 22 Mei 2026 mulai pukul 08.00 WIB. Kegiatan tersebut diharapkan dapat mempermudah akses masyarakat terhadap bahan kebutuhan pokok menjelang Iduladha dengan harga yang lebih terjangkau.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jabar, Nining Yuliastiani menyatakan bahwa program ini menjadi bagian dari langkah intervensi pasar yang dilakukan pemerintah untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau di tengah meningkatnya permintaan menjelang Iduladha.
“Tentunya, selain menjaga daya beli masyarakat, kegiatan ini juga diharapkan dapat mendukung stabilitas harga pangan di pasaran,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, Pasar Murah 2026 akan menghadirkan puluhan tenant yang terdiri dari produsen pangan, distributor, BUMN, ritel modern, hingga pelaku UMKM sektor pangan. Masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga di bawah harga pasar karena produk dijual langsung oleh produsen dan distributor.
Beragam komoditas yang akan tersedia, di antaranya beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam ras, daging ayam, daging sapi, cabai, bawang merah, tepung terigu, serta berbagai produk pangan dan olahan lainnya.
Selain Pasar Murah, Pemdaprov Jabar juga terus melakukan berbagai langkah pengendalian inflasi lainnya melalui kolaborasi lintas sektor, monitoring harga, serta pelaksanaan program stabilisasi pangan guna menjaga kondisi ekonomi daerah tetap kondusif.
Penulis: Septian Yudho Rinaldi



