Hero section image background

Rapat Koordinasi SPHP: Pemerintah, Bulog, dan Ritel Bersinergi Atasi Hambatan Distribusi

Selasa, 9 September 2025

Berita

377

Postingan ini dilihat

0

Postingan ini dibagikan

Poster post Rapat Koordinasi SPHP: Pemerintah, Bulog, dan Ritel Bersinergi Atasi Hambatan Distribusi

KOTA BANDUNG – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Barat (Jabar) urun rembug untuk mempercepat penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke ritel modern dan pasar rakyat. Pertemuan yang dipimpin langsung oleh Kepala Disperindag Jabar, Nining Yuliastiani, ini dilaksanakan di Aula Agus Gustiar Disperindag Jabar (9/9/2025). Turut hadir pada rapat tersebut perwakilan Perum Bulog, Aprindo Jabar, serta sejumlah pimpinan ritel modern dan pengelola pasar rakyat.

Nining menekankan bahwa rapat ini merupakan langkah strategis untuk mempercepat penyaluran beras SPHP agar masyarakat mudah mengakses beras dengan harga terjangkau.

“Ketersediaan beras medium sangat membantu masyarakat kelas menengah ke bawah. Namun saat ini, realisasi penyaluran baru mencapai 4 persen. Kita harus mencari solusi mengapa proses distribusi berjalan lambat, apakah karena faktor aplikasi, distribusi, atau hal lainnya,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran pasar tradisional dalam penyaluran beras SPHP serta perlunya sosialisasi aplikasi KlikSPHP agar distribusi lebih transparan dan terpantau.

“Masyarakat harus tahu bahwa beras SPHP ini adalah upaya kita bersama untuk menjaga stabilitas pangan. Bulog juga perlu menjawab kendala di lapangan, baik di ritel maupun pasar rakyat, agar masyarakat tidak kesulitan memperoleh beras,” tegasnya

Pada sesi diskusi, sejumlah tamu undangan menyampaikan pandangan dan kendalanya masing-masing. Aprindo Jabar menekankan pentingnya ketersediaan beras di rak ritel agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat. Mereka juga berharap adanya data penyaluran yang lebih transparan dari Bulog.

Sementara itu, perwakilan dari Indomaret dan Hypermart mengeluhkan stok beras SPHP yang masih jauh dari kebutuhan gerai, sehingga banyak rak kosong meski permintaan tinggi. Hal serupa pun disampaikan perwakilan AEON dan Transmart bahwa kekosongan stok beras premium di pasaran menjadi tantangan sehingga SPHP diharapkan bisa menjadi solusi sementara.

Di sisi lain, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung melaporkan bahwa stok beras di pasar rakyat relatif aman, namun pedagang kesulitan dengan sistem KlikSPHP yang dinilai rumit. Mereka berharap Bulog dapat melakukan “jemput bola” langsung ke pasar.

Manager Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Kanwil Jabar, Eko Hendrawanto menjelaskan bahwa stok SPHP di Jabar cukup hingga Desember 2025, namun memang ada kendala teknis distribusi, termasuk administrasi KlikSPHP dan proses approval yang panjang.

“Kami berkomitmen memperbaiki layanan distribusi, termasuk dengan menambah layanan jemput bola di pasar rakyat,” ujar Eko.

Rapat koordinasi ini menghasilkan beberapa poin penting, di antaranya penegasan kepada masyarakat bahwa tidak terjadi kelangkaan beras, melainkan hambatan pada distribusi, percepatan koordinasi antara pemerintah daerah, Bulog, dan ritel modern untuk memastikan ketersediaan beras di seluruh wilayah hingga penguatan sosialisasi beras SPHP, baik terkait stok maupun manfaatnya, agar masyarakat tidak salah persepsi.

Dengan adanya koordinasi ini, diharapkan percepatan penyaluran beras SPHP dapat segera dirasakan masyarakat Jabar. Akses masyarakat terhadap beras dengan harga terjangkau akan membantu menjaga stabilitas pangan sekaligus mengurangi beban ekonomi, terutama bagi kelompok menengah ke bawah.

Penulis: Septian Yudho Rinaldi

Tags

  • perdagangan
  • beras
  • berassphp
Footer Site Logo

Alamat

Jln. Asia Afrika No.146, Paledang, Kec. Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat 40261

Nomor Telepon

022-4230898

Sosial Media

Copyright © 2024. Made with love with Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat (Disperindag Jabar). Powered by Jabar Site (J-Site).