
KOTA BANDUNG – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Barat (Jabar) akan menyelenggarakan West Java International Industry and Trade Expo (WIITEX) 2026 pada 12–14 Juni 2026 di Exhibition Hall Summarecon Mall Bandung. Kegiatan ini menjadi ajang promosi industri dan perdagangan berskala internasional yang dirancang untuk mempertemukan pelaku usaha, investor, dan buyer global guna memperluas akses pasar serta mendorong peningkatan ekspor produk unggulan Jabar.
Penyelenggaraan WIITEX 2026 hadir di tengah dinamika perdagangan global yang semakin kompleks. Berbagai tantangan seperti konflik geopolitik, perubahan kebijakan perdagangan internasional, hingga gangguan rantai pasok global mendorong pemerintah daerah untuk terus memperkuat daya saing produk ekspor dan membuka peluang pasar baru bagi pelaku usaha di Jabar. Di sisi lain, kinerja perdagangan Indonesia masih menunjukkan ketahanan yang baik dengan surplus perdagangan yang tetap terjaga, sementara Jabar tercatat sebagai provinsi dengan nilai ekspor terbesar di Indonesia pada tahun 2025.
Sebagai salah satu pusat industri dan perdagangan nasional, Jabar memiliki posisi strategis dalam peta perdagangan internasional. Pada periode Januari–Maret 2026, Jabar menjadi kontributor terbesar terhadap ekspor nasional dengan kontribusi mencapai 13,65 persen. Meski demikian, perlambatan ekonomi global dan berbagai tantangan eksternal menuntut adanya langkah strategis untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing produk daerah di tingkat internasional.
Selain dikenal sebagai pusat industri manufaktur nasional, Jabar memiliki potensi besar pada sektor perkebunan, khususnya komoditas kopi, teh, dan kakao. Pada tahun 2025, luas lahan teh di Jabar mencapai 74.077 hektare dengan produksi 90.514 ton. Sementara itu, kopi arabika memiliki luas lahan 38.336 hektare dengan produksi 17.268 ton, kopi robusta seluas 18.977 hektare dengan produksi 9.092 ton, dan kakao seluas 5.334 hektare dengan produksi 1.496 ton. Potensi tersebut semakin mengukuhkan reputasi Jabar sebagai bagian dari kawasan “Golden Belt of Java” yang telah lama dikenal di pasar global melalui produk Java Coffee dan Java Tea.
Mengusung tema “The Golden Belt of Java: Coffee, Tea, and Cocoa for the Future”, WIITEX 2026 akan menampilkan berbagai produk unggulan berbasis kopi, teh, dan kakao yang menjadi kekuatan industri dan perdagangan Jabar. Tema tersebut menggambarkan Jabar sebagai kawasan penghasil komoditas bernilai ekonomi tinggi yang memiliki orientasi ekspor, sekaligus menegaskan pentingnya inovasi, keberlanjutan, dan daya saing global dalam pengembangannya.
Sebagai pameran perdana yang diselenggarakan Disperindag Jabar, WIITEX 2026 diharapkan menjadi platform strategis yang menghubungkan potensi lokal dengan pasar internasional. Ajang ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan nilai ekspor kopi, teh, dan kakao Jabar dari sisi kuantitas, tetapi juga dari sisi kualitas. Disperindag Jabar mendorong peningkatan ekspor produk hilir dan bernilai tambah sehingga komoditas yang dipasarkan ke mancanegara tidak hanya berupa bahan baku, seperti biji kopi, daun teh, atau biji kakao, melainkan produk olahan yang telah dikemas, memiliki identitas merek yang kuat, serta mampu menjadi bagian dari gaya hidup (lifestyle) konsumen global. Dengan demikian, nilai ekonomi yang diterima pelaku usaha dan daerah dapat terus meningkat.
Upaya ini sejalan dengan potensi pengembangan kopi, teh, dan kakao Jabar yang bergerak ke arah produk premium, minuman siap konsumsi, produk kesehatan, hingga berbagai produk olahan bernilai tambah lainnya.
Rangkaian kegiatan WIITEX 2026 akan diawali dengan sejumlah pra-acara yang meliputi Virtual Bootcamp, Pitching Business Matching, dan Virtual Business Matching. Program tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku usaha sekaligus memfasilitasi pertemuan dengan calon pembeli dan mitra dagang dari berbagai negara, termasuk Rusia, Amerika Serikat, Arab Saudi, dan Australia.
Pada pelaksanaan utama, WIITEX 2026 akan menghadirkan pameran produk, business matching, workshop, talkshow, commodity auction, serta berbagai kompetisi yang melibatkan pelaku usaha dari sektor kopi, teh, kakao, dan industri pendukung lainnya. Sebanyak 90 peserta akan berpartisipasi dalam kegiatan ini, terdiri atas 34 pelaku usaha kopi, 18 pelaku usaha kakao, 15 pelaku usaha teh, 4 perusahaan mesin dan perlengkapan mekanis, serta 19 peserta dari unsur asosiasi, lembaga, dan akademisi.
Melalui penyelenggaraan WIITEX 2026, Disperindag Jabar berharap tercipta kolaborasi yang lebih kuat antara pelaku usaha, investor, buyer, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam memperkuat ekosistem ekspor Jabar. Kegiatan ini juga diharapkan dapat membuka peluang pasar baru, meningkatkan daya saing industri daerah, serta memperkuat posisi Jabar sebagai salah satu pemain utama dalam perdagangan internasional.
Penulis: Septian Yudho Rinaldi



