Hero section image background

Java Halu Ekspor 20,4 Ton Kopi Arabika ke Empat Negara, Perkuat Daya Saing Produk Jawa Barat di Pasar Global

Jumat, 24 Juli 2026

Berita

60

Postingan ini dilihat

6

Postingan ini dibagikan

Poster post Java Halu Ekspor 20,4 Ton Kopi Arabika ke Empat Negara, Perkuat Daya Saing Produk Jawa Barat di Pasar Global

KABUPATEN BANDUNG BARAT – Upaya peningkatan kualitas dan daya saing produk unggulan Jawa Barat kembali membuahkan hasil. Java Halu, produsen Kopi Arabika asal Kabupaten Bandung Barat, berhasil mengekspor 20,4 ton kopi ke empat negara tujuan ekspor, yakni Australia, Jepang, Inggris, serta Vietnam yang dikenal menerapkan persyaratan impor kopi yang ketat.

Untuk dapat tembus ke pasar Vietnam, kopi Java Halu harus melewati pengujian terhadap 46 parameter residu kimia dan pestisida, jauh lebih ketat dibandingkan dengan regulasi di negara Jepang, yang hanya mewajibkan produk terbebas dari 6 jenis residu kimia. Pengujian tersebut berhasil dilalui berkat pendampingan yang dilakukan oleh berbagai pihak selama proses pengembangan kopi Java Halu.

“Berkat pendampingan dari perguruan tinggi dan dinas terkait dalam menyusun mitigasi risiko, alhamdulillah produk kami berhasil lolos uji Certificate of Analysis (COA),” ujar Rani Mayasari, pemilik dari usaha kopi Java Halu saat pelepasan ekspor, Senin (20/7/2026).

Menurutnya, keberhasilan menembus pasar Vietnam merupakan capaian tertinggi yang pernah diraihnya selama hampir tujuh tahun menggeluti industri kopi. Tidak hanya berhasil mengekspor biji kopi, Java Halu juga mampu memaksimalkan potensi limbah kulit kopi menjadi bahan baku untuk olahan teh dan minuman kesehatan yang dipasarkan ke Jepang. 

Dalam menjalankan usahanya, Java Halu turut memberdayakan sekitar 160 petani lokal. Sekitar 80 persen di antaranya adalah petani perempuan, yang mengelola kurang lebih 60 hektare lahan kebun kopi di Desa Mekarwangi, Kecamatan Sindangkerta, dengan total kapasitas produksi mencapai sekitar 300 ton buah kopi (cherry) setiap musim panen.

Sementara itu, Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail, mengapresiasi dan menyebut keberhasilan ekspor tersebut menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Bandung Barat karena kopi hasil budidaya petani lokal kini semakin mendapat pengakuan di pasar internasional. Ia menjelaskan, sebanyak 20,4 ton kopi yang diekspor diolah ke dalam empat metode, yakni natural, double wash, black honey, dan luwak enzimatik, yang masing-masing jenisnya disesuaikan dengan karakter dan preferensi konsumen di masing-masing negara tujuan.

Jeje menambahkan, keberhasilan ekspor ini tidak lepas dari kolaborasi antara petani, pelaku usaha, pemerintah daerah, hingga perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas kopi. Jeje berharap, sinergi tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan para petani kopi di Bandung Barat, sekaligus menjadi motivasi untuk terus menjaga kualitas produk agar mampu bersaing dan mendapat pengakuan di pasar Internasional.

“Semoga keberhasilan produsen kopi Java Halu ini dapat menjadi penyemangat bagi para petani kopi lainnya agar dapat terus berkembang dan meningkatkan kualitas produknya, sehingga dapat semakin diakui oleh negara-negara lain,” ujar Jeje. 

Melalui sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan para pelaku usaha yang terus terjalin, ekspor Kopi Arabika Java Halu ini diharapkan tidak hanya menjadi sebuah catatan prestasi saja, namun dapat menjadi pintu pembuka agar terwujudnya ekosistem perdagangan luar negeri Jawa Barat yang semakin berkelanjutan dan inklusif. 

Penulis: Cut Sean Sahaya Shafa dan Septian Yudho Rinaldi

Tags

  • perdagangan
  • ekspor
  • kopijabar
  • kopiarabika
  • disperindagjabar
  • indagpesat
  • javahalu
Footer Site Logo

Alamat

Jln. Asia Afrika No.146, Paledang, Kec. Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat 40261

Nomor Telepon

022-4230898

Sosial Media

Copyright © 2024. Made with love with Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat (Disperindag Jabar). Powered by Jabar Site (J-Site).