Hero section image background

WJX 2026 Catat Transaksi Rp477,3 Miliar, Produk Jabar Tembus Pasar Global

Rabu, 21 Oktober 2026

Berita

68

Postingan ini dilihat

2

Postingan ini dibagikan

Poster post WJX 2026 Catat Transaksi Rp477,3 Miliar, Produk Jabar Tembus Pasar Global

KOTA BANDUNG – West Java Expo (WJX) 2026 berlangsung dengan capaian yang menggembirakan. Total nilai transaksi mencapai Rp477,3 miliar atau setara USD26,4 juta, terdiri atas transaksi retail sebesar USD974 ribu, transaksi besar hasil Memorandum of Understanding (MoU) sebesar USD21,6 juta, potensi transaksi sebesar USD2,6 juta serta nilai transaksi keseluruhan dari hasil kegiatan Road to WJX sebesar USD1,2 juta. Capaian ini memperkuat peluang produk unggulan Jawa Barat untuk menjangkau pasar internasional sekaligus membuka ruang kerja sama perdagangan yang lebih luas. 

WJX 2026 kembali digelar bersamaan dengan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41, pameran perdagangan terbesar di Indonesia. Kolaborasi ini menjadi strategi Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jabar untuk memperluas promosi produk daerah dan mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli dari berbagai negara.

Mengusung tema “The Ultimate Hub for Global Sourcing”, WJX menjadi wadah bagi pelaku usaha Jabar untuk memperluas jaringan bisnis, meningkatkan nilai tambah produk, serta membuka peluang ekspor, termasuk ke pasar nontradisional.

Tahun ini, sebanyak 40 pelaku usaha Jawa Barat berpartisipasi dalam WJX 2026 dengan membawa produk dari empat sektor, yaitu fesyen, dekorasi rumah (home decor), perawatan tubuh (personal care), serta makanan dan minuman. Kehadiran paviliun Jawa Barat di tengah penyelenggaraan TEI turut memperluas jangkauan promosi kepada pembeli dan investor internasional.

Produk kopi, cengkeh, skincare, teh, dan kakao menjadi sejumlah komoditas yang paling diminati pengunjung. Sektor makanan dan minuman mendominasi transaksi dengan Rp409,48 miliar, disusul personal care Rp21,36 miliar, fesyen dan aksesori Rp21,34 miliar, serta furniture dan home decor Rp1,03 miliar.

19 Kesepakatan Ekspor, Nilai Lebih dari USD21 Juta

Selama lima hari penyelenggaraan pada 14–18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, pelaku usaha Jabar menandatangani 19 MoU dengan buyer dari beberapa negara. Transaksi terbesar dicatat oleh PT Inti Gravfarm Indonesia dengan buyer dari Tiongkok untuk komoditas biji kopi (coffee bean), dengan nilai mencapai USD 10.000.000 atau sekitar Rp180,4 miliar. 

Kesepakatan bernilai besar lainnya datang dari PT Mekar Saluyu Grup untuk komoditas cengkeh ke India senilai USD9,24 juta atau sekitar Rp166,7 miliar. Kedua kesepakatan tersebut menunjukkan peluang pasar internasional bagi komoditas unggulan Jabar, khususnya produk perkebunan, seperti kopi dan cengkeh.

Sejumlah pelaku usaha lainnya juga menjalin kesepakatan perdagangan. PT Melania Indonesia menjajaki pasar teh dengan pembeli dari Jepang, Malaysia, Tiongkok, dan Dubai. Sementara itu, PT Brilian Zenco menawarkan produk cokelat ke Pakistan, PT Pavettia Nuansa Alami menjajaki pasar Malaysia untuk produk lipstik organik, dan PT Trikarya Budaya Indonesia menjalin kesepakatan untuk produk pakaian olahraga perempuan (women's sportswear) ke Malaysia.

Berbagai kesepakatan tersebut didukung melalui sesi business matching yang mempertemukan pelaku usaha Jabar dengan calon buyer dari berbagai pasar, di antaranya Uni Emirat Arab, Senegal, Thailand, Pakistan, Sri Lanka, Malaysia, dan Pakistan. Pertemuan bisnis ini mencakup sektor makanan dan minuman, personal care, dan fesyen.

Pelaku Usaha dan Disperindag Jabar Raih Penghargaan

Selain mencatat transaksi dan kesepakatan perdagangan, partisipasi Jawa Barat dalam TEI 2026 juga diwarnai capaian penghargaan bagi pelaku usaha dan pemerintah daerah.

PT Azaki Food Internasional meraih Penghargaan Primaniyarta 2026 untuk kategori Eksportir Produk Halal. Perusahaan tersebut telah mengekspor produknya ke 13 negara dan sebelumnya mengikuti Export Coaching Program (ECP) pada 2022 melalui Instansi Penerbit Surat Keterangan Asal (IPSKA) Provinsi Jawa Barat.

Penghargaan Primaniyarta merupakan bentuk apresiasi Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Perdagangan kepada eksportir, diaspora, dan kepala daerah yang berkontribusi dalam mendorong ekspor nonmigas serta memperluas akses pasar internasional.

Pada kesempatan yang sama, Disperindag Jabar menerima penghargaan sebagai Mitra Strategis Pendukung Program Pendampingan Ekspor dari Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPEJP), di bawah Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perdagangan (BPSDMP) Kementerian Perdagangan RI.

Penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas peran Disperindag Jabar dalam memfasilitasi, mengkurasi, dan mendampingi pelaku usaha agar dapat mengikuti program pengembangan ekspor, termasuk ECP. Pendampingan ini diharapkan membantu pelaku usaha meningkatkan kesiapan produk dan kapasitas bisnis untuk bersaing di pasar global.

Perkuat Ekosistem Perdagangan melalui Berbagai Program

Partisipasi dalam WJX merupakan bagian dari upaya Disperindag Jabar memperkuat ekosistem perdagangan daerah melalui promosi produk, perluasan jejaring bisnis, dan pendampingan pelaku usaha.

Sebelumnya, Disperindag Jabar menyelenggarakan West Java International Industry and Trade Expo (WIITEX) 2026 pada 12–14 Juni 2026 di Exhibition Hall Summarecon Mall Bandung. Mengusung tema “The Golden Belt of Java: Coffee, Tea, and Cocoa for the Future”, kegiatan ini mempertemukan pelaku usaha kopi, teh, dan kakao dengan pembeli domestik maupun internasional.

Buyer yang hadir berasal dari sejumlah negara, di antaranya Filipina, Malaysia, Thailand, Pakistan, India, Qatar, Australia, Amerika Serikat, Prancis, dan Argentina. WIITEX 2026 mencatat nilai transaksi sebesar Rp37,5 miliar atau setara USD2,09 juta, dengan tambahan potensi transaksi Rp2,3 miliar dari business matching dan Rp312 juta dari lelang komoditas.

Kegiatan tersebut juga menghadirkan Duta Besar Pakistan serta melibatkan 34 buyer Pakistan dalam sesi business matching secara hibrida. Pada kesempatan yang sama, Disperindag Jabar memperkenalkan Smart Analysis West Java Export (SAWER), platform market intelligence yang membantu pelaku usaha memperoleh informasi pasar dan mengidentifikasi peluang ekspor berdasarkan negara tujuan.

Upaya penguatan kapasitas pelaku usaha juga dilakukan melalui Jabar Kabisa 2026 yang diselenggarakan pada 8–9 Oktober 2026 di Sport Jabar, Arcamanik, Kota Bandung. Kegiatan ini menyediakan layanan dan pendampingan bagi pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) serta Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

Jabar Kabisa 2026 mencatat nilai transaksi sebesar Rp392,9 juta dan melayani 2.214 pengguna. Sebanyak 29 layanan tersedia, meliputi perizinan, standardisasi, perpajakan, sertifikasi halal, pengawasan produk, pembiayaan, hingga konsultasi pengembangan usaha.

Selain layanan langsung, kegiatan ini menghadirkan talkshow yang diikuti 550 peserta secara luring dan 4.960 peserta secara daring. Jabar Kabisa juga menjadi ruang fasilitasi bagi pelaku usaha melalui penyerahan sertifikasi pasar berstandar SNI dan sertifikat halal.

Melalui berbagai kegiatan tersebut, Disperindag Jabar terus mendorong pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas produk, memperkuat daya saing, serta memanfaatkan peluang pasar domestik dan internasional. Dengan dukungan promosi, fasilitasi perdagangan, dan pendampingan ekspor yang berkelanjutan, produk unggulan Jabar diharapkan semakin mampu memperluas jangkauan pasar dan memperkuat kontribusinya terhadap perekonomian daerah.

Penulis: Hasna Murbarani dan Septian Yudho Rinaldi

Tags

  • perdagangan
  • westjavaexpo
  • wjx2026
  • tradeexpoindonesia
  • ekspor
  • businessmatching
  • primaniyarta
  • disperindagjabar
  • jawabarat
Footer Site Logo

Alamat

Jln. Asia Afrika No.146, Paledang, Kec. Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat 40261

Nomor Telepon

022-4230898

Sosial Media

Copyright © 2024. Made with love with Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat (Disperindag Jabar). Powered by Jabar Site (J-Site).